Senin, 30 April 2012

Kesehatan : Kontribusi Polusi Udara Terhadap Kesehatan


Terpaparnya tubuh oleh polusi udara saat ini merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari kehidupan di jalan raya kota-kota besar. Lalu lintas di Indonesia dalam hal ini kendaraan bermotor, mempunyai andil yang sangat besar dalam memberikan kontribusi pada polusi udara. Konstribusi gas buang kendaraan bermotor sebagai sumber polusi udara mencapai 60-70%. Tercatat lebih dari 70 ribu juta kendaraan bermotor di Indonesia pada tahun 2009 (Sumber : Badan Pusat Statistik), pasti pada akhir tahun 2011 ini bertambah pesat. Bukan hanya karena jumlah kendaraan bermotor yang meningkat pesat, tetapi juga banyakmya kendaraan bermotor yang tidak terawat alias bobrok, disamping kualitas bahan bakar yang masih mengandung timbel (Pb), sehingga menghasilkan emisi yang dapat mengganggu kesehatan.

Polusi udara merupakan udara yang mengandung zat kimia dalam konsentrasi yang cukup tinggi untuk dapat menyebabkan efek negatif gangguan pada manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan dan harta benda. Dampaknya merugikan bagi kesehatan manusia, bukan saja dengan terhisap langsung, tetapi juga dengan cara-cara pemaparan lainnya seperti: meminum air yang terkontaminasi dan melalui kulit. Pemaparan yang akut dapat menyebabkan radang paru sehingga respon paru kurang permeabel, fungsi paru menjadi berkurang dan menghambat jalan udara. Terdapat korelasi yang kuat antara pencemaran udara dengan penyakit bronchitis kronik (menahun). Khusus polusi udara yang berasal dari kendaraan bermotor dengan bahan bakar yang tak ramah lingkungan, terutama karena masih mengandung sejumlah Pb, dikhawatirkan akan menurunkan kualitas sumberdaya manusia, karena akan menurunkan tingkat kecerdasan anak-anak. Celakanya, timbel tidak hanya terserap lewat saluran pernapasan. Kini banyak tanaman yang mengandung residu Pb, akibat polusi udara oleh bahan kimia ini. Selain itu, Karbon monoksida (CO) merupakan zat pencemar terbanyak dan kendaraan bermotor adalah sumber utamanya. Penyakit-penyakit yang dapat disebabkan oleh polusi udara antara lain Bronchitis cronic, Emphysema pulmonum, Bronchopneumonia, Asthma bronchiale, Cor pulmonale kronikum, Kanker paru. Penyakit jantung, juga ditemukan dua kali lebih besar morbiditasnya di daerah dengan polusi udara tinggi. Karbon-monoksida ternyata dapat menyebabkan bahaya pada jantung, apalagi bila telah ada tanda-tanda penyakit jantung ischemik sebelumnya. Afinitas CO terhadap hemoglobin adalah 210 kali lebih besar daripada O2 sehingga bila kadar CO Hb sama atau lebih besar dari 50%, akan dapat terjadi nekrosis otot jantung. Kadar lebih rendah dari itu pun telah dapat mengganggu faal jantung. Selanjutnya adalah kanker lambung, ditemukan dua kali lebih banyak pada daerah dengan polusi tinggi. Penyakit-penyakit lain seperti iritasi mata, kulit dan sebagainya banyak juga dihubungkan dengan polusi udara. Gangguan pertumbuhan anak dan kelainan hematologik pernah diumumkan.

Oleh karena itu jangan biarkan polutan udara terakumulasi serta masuk kedalam tubuh kita. Tindakan pencegahan mestinya telah perlu dilaksanakan pada tingkat yang sedini mungkin. Penggunaan masker dapat mengurangi pemaparan polutaan udara untuk masuk ke dalam tubuh melalui mulut dan hidung. Saat berkendara baik jauh atau dekat di jalan raya diharapkan untuk memakai masker. Namun yang tak kalah penting adalah penggunaan masker sebaiknya sehari sekali dicuci untuk membersihkan masker dari kotoran dan debu yang telah menempel. Penggunaan masker berhari-hari justru lebih berbahaya, karena penumpukan kotoran dan debu polutan dari jalan raya yang menempel pada masker akan terakumulasi banyak dan masuk ke dalam tubuh. Solusi lain adalah memakai masker yang disposable / sekali pakai sehingga aman dalam pemakaiannya. Biasakan untuk hidup sehat dimulai dari berkendara secara sehat dengan memakai masker. Jangan biarkan tubuh menghirup polutan. Selain pencegahan secara personal, gerakan penghijauan perlu untuk terus ditingkatkan, terutama dimulai dari tempat tinggal / rumah kita masing-masing. Gunakanlah pohon yang berdaun lebar atau yang berpotensi mengurangi polusi udara, hal tersebut sangat dianjurkan. Terciptanya lingkungan yang asri akan terhindar dari polusi udara. Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Isikan dengan kata-kata yang sopan dan non SARA..
Kalau sempat, komentar akan saya balas di sini.. Atau lewat Email..
Terima Kasih atas Kunjungan Sobat