Jumat, 11 Mei 2012

Kesehatan : Makan Telur Cacing supaya Langsing


Menguruskan badan tentu butuh komitmen perjuangan keras. Tak sedikit di antaranya yang rela melakukan apa pun agar tubuhnya langsing, mulai dari diet ketat hingga meningkatkan aktivitas fisik.

Namun, ada pula sebagian orang yang melakukan cara aneh dan berbahaya untuk menguruskan badan. Tentu saja dengan cara yang keliru, bukannya berat badan yang turun, tetapi justru penyakit yang akan bersarang.
Salah satu contoh kasus adalah apa yang dilakukan para perempuan muda di Xiamen, China. Demi memperoleh kesempatan kerja, mereka rela makan telur cacing gelang demi mengurangi berat badan. Mereka nekad menempuh cara instan dan berbahaya ini karena persaingan kerja di China yang sangat ketat. Para wanita ini berangggapan, jika badan mereka langsing, peluang kerja lebih besar.
Setelah ditelan, telur-telur cacing itu lalu akan menetas di dalam perut. Kemudian cacing-cacing inilah yang diharapkan akan "bekerja" menguras dan menurunkan berat badan.  Dengan demikian, mereka yang menelan cacing akan langsing tanpa perlu berolahraga atau melakukan diet.
Tetapi yang jelas, cara ini sangatlah berbahaya, dan sama sekali tidak disarankan bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan. Berbagai jenis infeksi  yang disebabkan telur cacing ini dapat menimbulkan dampak kesehatan. Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (US Centers for Disease Control and Prevention/CDC) menyatakan, infeksi ini dapat memicu beberapa jenis migrain serta pembengkakan pada organ-organ. Selain itu, gejala-gejala lain yang mungkin timbul adalah batuk, asma, dan pneumonia.
Di China, para wanita menghadapi tekanan yang besar. Mereka dituntut berbadan langsing untuk mendapatkan pekerjaan. Jumlah lapangan kerja hanya sekitar 22 persen, sedangkan jumlah angkatan kerja meningkat dari 112 juta orang menjadi lebih dari satu miliar orang selama satu dekade terakhir.
Ada beberapa cara aneh lainnya yang dilakukan perempuan China untuk menguruskan badan. Mereka menatap foto selama berjam-jam untuk mengurangi nafsu makan sehingga mereka bisa mengurangi berat badan.
Seorang remaja bernama Xiaomei mengaku, perempuan di China ada yang menggunakan "sabun khusus" untuk membantu diet mereka. Di antara mereka ada yang mandi sampai 10 kali setiap hari. Yang jelas, cara-cara tersebut tentu tidak memiliki dasar ilmiah dan cenderung membahayakan kesehatan.
Pada tahun 1990-an, para perempuan China mengonsumsi teh dan pil untuk menurunkan berat badan. Akupuntur juga pernah muncul sebagai pilihan populer.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Isikan dengan kata-kata yang sopan dan non SARA..
Kalau sempat, komentar akan saya balas di sini.. Atau lewat Email..
Terima Kasih atas Kunjungan Sobat