Minggu, 23 Oktober 2011

Techno : Siapa Jawara Sparx Up Awards Tahun Ini?

Sebanyak 23 Start-Up telah melakukan pitching di depan para panelis pada Kamis (20/10/2011) kemarin. Tahapan ini merupakan langkah terakhir para pemenang Sparx Up 2011 untuk memperebutkan posisi “Best of The Best”, yang akan ditentukan siapa kampiun dan peraih “Best Rising Star” pada Jumat (21/10/2011) malam ini, dalam malam penganugerahan Sparx Up Awards 2011 di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta.
Para panelis yang memberikan penilaian pada saat pitching adalah Rama Mamuaya (founder DailySocial), Pambudi (Mobile Marketing Manager Samsung), Martin Hartono (Investor, GDP Venture), Agus Hamonangan (Founder ID Android Community), Satya Witoelar (Founder Koprol), Amalia Maulana (Owner dan CEO Etnography). 
“Menurut saya, pitching yang dilakukan sudah cukup menarik. Mungkin karena mereka sudah terbiasa pitching atau melihat pitching-pitching dari luar negeri. Dari segi konsep, ada beberapa yang saya unggulkan seperti Bistip.com dan Sneepet.com. Secara keseluruhan, ide-ide para pemenang ini sudah cukup inovatif, bervariatif, sehingga misi Innovate or Die yang diusung oleh Sparx Up saya rasa sudah terlaksana,” ujar Satya Witoelar, salah satu panelis yang merupakan Founder Koprol, saat ditemui Kompas.com, seusai pitching Sparx Up di Internasional Desain School (IDS), Epicentrum Walk, Jakarta.
Waktu yang diberikan panelis untuk maisng-masing pemenang dalam sesi pitching ini adalah 8 menit. Pembagiannya, 5 menit untuk presentasi dan 3 menit untuk tanya jawab. Para pemenang disarankan menggunakan bahasa internasional (Inggris) ketika pitching karena beberapa investor juga hadir dalam event tersebut. Investor yang hadir diantaranya BaiDu dari China, Evan Spytma dari Popcap, dan Serkan Toto dari Techcrunch.
Selain menekankan pada bahasa, pitching juga menuntut para pemenang untuk lebih mengeksplorasi produk atau proyek mereka, bukan fokus kepada profil perusahaan.
"Saya perhatikan, kebanyakan masih fokus menceritakan profil company. Padahal, data itu bisa panelis dapatkan dari panitia. Saat pitching yang kami butuhkan adalah kejelasan akan proyek, bentuk spesifik produknya seperti apa, dan yang paling penting adalah  keunikannya dimana. Jadi tolong lebih fokus dalam menyampaikan pitching anda mengingat waktu yang terbatas,” ujar Rama Mamuaya.
Dalam sesi tanya jawab, pertanyaan para panelis memang banyak berpusat kepada bisnis model, kompetitor, dan gambaran produk secara sepesifik. Bahkan, panelis membandingkannya dengan proyek-proyek dan produk yang sudah ada di dunia internasional. Hal ini dilakukan agar tim Start-Up bisa betul-betul meyakini bahwa inovasi yang mereka lakukan belum dilakukan oleh orang lain, sehingga sangat orisinal.
Para juri juga menanyakan bagaimana cara untuk mempertahankan perusahaan sepanjang lima hingga sepuluh tahun ke depan. Sesuai dengan tema Sparx Up Awards 2011: Innovate or Die. Jika tak bisa inovasi terus-menerus, maka bersiap-siaplah mati. 
Lantas, siapa yang berhasil merebut hati dewan juri dan panelis, dan menjadi jawaranya? Kita tunggu saja!http://tekno.kompas.com/read/2011/10/21/15083638/Siapa.Jawara.Sparx.Up.Awards.Tahun.Ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Isikan dengan kata-kata yang sopan dan non SARA..
Kalau sempat, komentar akan saya balas di sini.. Atau lewat Email..
Terima Kasih atas Kunjungan Sobat